Wavy Tail

Jumat, 09 Februari 2018

Model Pembelajaran Sains Abad Ke 21

Pada abad 21 ini telah banyak berubah akibat adanya pengaruh globalisasi yang mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk didalamnya aspek pendidikan. Dalam menghadapi globalisasi abad 21 maka salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan sains saat ini haruslah seimbang dengan perkembangan abad ke 21. Saat ini peningkatan mutu pendidikan Indonesia masih terus diupayakan karena sangat diyakini bahwa IPA sebagai ilmu dasar memegang peranan penting dalam pengembangan IPTEK IPA (natural sains) adalah kumpulan pengetahuan dan cara-cara mendapatkan pengetahuan mempergunakan pengetahuan. Perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan siswa dan guru dapat menggunakan kemajuan teknologi dengan sebaik mungkin. Saat ini sangat mudah sekali dalam mengakses informasi apa saja melalui internet. Tetapi berpengetahuan saja tidak cukup untuk saat ini, harus dilengkapi dengan kemampuan kreatif , berfikir kritis, berkarakter kuat (bertanggung jawab, sosial, toleran, produktif).  Pembelajaran IPA yang didasarkan pada standar isi akan membentuk siswa yang memiliki bekal ilmu pengetahuan (have a body of knowledge), standar proses akan membentuk siswa yang memiliki keterampilan ilmiah (scientific skills), keterampilan berpikir (thinking skills) dan strategi berpikir (strategy of thinking); standar inkuiri ilmiah akan membentuk siswa yang mampu berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking); standar asesmen mengevaluasi siswa secara manusiawi artinya sesuai apa yang dialami siswa dalam pembelajaran (authentic assessment). Penerapan standar-standar dalam pembelajaran IPA khususnya empat standar tersebut akan memberikan soft skill berupa karakter siswa, untuk itu sangat diperlukan pembelajaran IPA yang menerapkan standar-standar guna membangun karakter siswa. Siswa yang berkarakter dapat dicirikan apabila siswa memiliki kemampuan mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan-keterampilan dan sikap dalam usaha untuk memahami lingkungan.
              Pengembangan kurikulum 2013 dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana), dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi. Diakui dalam perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan abad 21, memang telah terjadi pergeseran baik ciri maupun model pembelajaran. Inilah yang diantisipasi pada kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013 ini, mata pelajaran IPA di tingkat Sekolah Menengah Pertama, mata pelajaran IPA dikemas secara terintegrasi pada keilmuan IPA, terintegrasi dengan pembentukan karakter. Perubahan pendidikan dan mindset para guru harus didasarkan pada kecakapan/ketrampilan apa saja yang nantinya dibutuhkan oleh para siswa di 21st century ini untuk dapat mencapai partisipasi penuh di masyarakat.
          Pembelajaran IPA di era abad 21 sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiri) dengan pendekatan berpusat pada siswa (student centered learning) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif (creative thingking) dan berpikir kritis (critical thingking), mampu memecahkan masalah, melatih kemampuan inovasi dan menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi. Keterampilan berpikir yang dikembangkan sebaiknya sudah menjangkau keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thingking skill) yang jika dijangkau dengan ranah kognitif pada taksonomi bloom berada pada level analisis, sintesis, evaluasi dan kreasi. Sehingga pembelajaran harus sesuai dengan karakter dan domain IPA yang meliputi domain konsep, proses, kreativitas, sikap atau tingkah laku dan aplikasi sesuai dengan yang dikemukakan oleh yager (1996:3-4).
          Berikut model pembelajaran pada abad ke 21 diantaranya :
1. Berpusat pada pelajar
Pelajar berperanan penting dalam suatu pembelajaran, guru hanya sebagai pembimbing dan bertugas untuk meningkatkan motivasi belajar siswa karna siswa yang termotivasi akan menimbulkan minat belajar. Pada abad ini menimbulkan minat belajar siswa sebagai keutamaan.
2. Penggunaan komputer
    Pada abad ini teknologi sudah sangat berkembang. Penggunaan komputer atau laptop sangat membantu dalam proses pembelajaran. Penggunaan laptop beserta LCD dapat membuat siswa lebih mengerti materi yang sedang dipelajari.
3. Pembelajaran yang aktif
   Guru dituntut untuk membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Harus ada interaksi sesama siswa ataupun menggunakan internet. Pembelajaran menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah lebih cocok kolaboratif.
4. Pembelajaran yang mandiri
Siswa mencari informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber belajar secara mandiri. Guru hanya membimbing/ menuntun siswa itu harus mencari kemana.  Hal tersebut dapat meningkatkan kreativitas siswa, yang  memberikan kesempatan siswa/peserta didik mencari tahu informasi mengenai materi pembelajaran dan dapat menyelasaikan masalah yang telah diberikan guru.
5. Pelajar bertanggungjawab terhadap pelajaran mereka
Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok dan tiap kelompok memiliki materi tersendiri sesuai dengan perintah guru. Tiap kelompok bertanggung jawab dalam mempertahankan materi yang telah diberikan.
6. Komputasi
Komputasi merupakan sistem yang dapat mempercepat pekerjaan. Pembelajaran yang diarahkan untuk mampu merumuskan masalah(menanya) ,bukan hanya menyelesaikan masalah (Menjawab).Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran yaitu CASE, Concret preparation, Konflik kognitif,bridging dan Metakognitif.
     7. Otomasi
Otomasi merupakan sesuatu yang dapat menjangkau segala pekerjaan  dengan rutin.dalam Otomasi ini Pembelajaran yang diarahkan untuk melatih berfikir analitis (Pengambilan keputusan) bukan berfikir mekanistik (Rutin). Dalam Pembelajaran seorang pendidik lebih baik menggunakan kata tanya mengapa bukan apa, agar siswa dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Sikap yang harus dimiliki dalam model pembelajaran abad ke 21, diantaranya:

1. Pada kehidupan dan karir :
ü Fleksibel dan adiktip
ü Berinisiatif dan mandiri
ü Keterampilan sosial dan budaya
ü  Produktif dan akuntabel
ü Kepemimpinan dan tanggung jawab




2.  Pembelajaran dan Inovasi
ü Kreatif dan inovasi
ü Berfikir kritis dalam menyelesaikan masalah
ü Komunikasi dan Kolaborasi

3.  Informasi, Media dan teknologi
ü Melek Informasi
ü  Melek Media
ü Melek Teknologi

John Naisbitt seperti dikutip Deliar Noerdan Iskandar Alisyahbana(1988:355), telah terjadi perubahan sepuluh arah dalam menghadapi abad 21 yaitu :
v Peralihan dari masyarakat industry kepadamasyarakat informasi.
v Peralihan darai teknologi yang dipaksakan kepada teknologi tinggi dansentuhan tinggi.
v Peralihan dari ekonomi nasional menuju ekonomi dunia.
v Peralihan dari perencanaan jangka pendek menuju perencanaan jangka panjang.
v Dari sentralisasi ke desentralisasi.
v  Dari bantuan institusional menuju bantuan individual.
v Dari demokrasi perwakilan menuju ke demokrasi partisipatoris .
v Peralihan dari hirarki-hirarki menuju pada penjaringan (network)
v Peralihan dari utara menuju selatan.
v Peralihan dari satu pilihan kepada pilihan majemuk.

Berikut beberapa gagasan yang dapat diterapkan dalam menghadapi abad 21, seperti yang disarankan Deliar Noer dan Iskandar Alisyahbana(1988:376-389):
a)     Pendidikan  bukan hanya berurusan dengan transmisi pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dengan prefensi lain. Itu berarti bahwa pendidikan berhubungan erat dengan nilai-nilai, dan sebagian nilai itu adalah berkenaan dengan nasionalisme.
b)    Negara kita adalah Negara kepulauan. Secara potensial sumber-sumber kita ada di darat dan di perairan.kita bertanggung jawab untuk melindungi sumber alam tersebut serta memanfaatkannyasebaik-baiknya untuk kemaslahatan bangsa.
c)     Dimasa depan mungkin sekali ada perubahan dan fluktuasi yang berarti dalam penyebaran penduduk. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sistem pendidikan yang cukup lues yang mampu secara cepat menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
d)    Dimasa depan perlu member peranan yang seluas-luasnya kepada kaum wanita untuk mendapatkan kesempatan dalam pendidikan
e)      Tuntutan belajar seumur hidup (life long education) tampaknya harus mendapatkan perhatian yang lebih memadai dimasa akan datang.
f)       Pentingnya media elektronik dalam penyebarluasan pendidikan, termasuk pengembangan sistem belajar jarak jauh dan pemanfaatan computer untuk pendidikan.
g)      Publikasi dan penelitian serta pengembangan pendidikan merupakan hal yang sangat mendasar bagi setiap masyarakat yang ingin maju.
Berdasarkan artikel diatas, maka ada beberapa pertanyaan yaitu sebagai berikut:
1.  Bagaimana seorang guru bersikap jikalau melihat  pendidikan sains saat ini belum seimbang dengan perkembangan abad ke 21 misalkan internet yang tidak memadai disuatu daerah, fasilitas sarana dan prasarana tidak ada, pengetahuan anak yang sangat terbatas?
2.   Bagaimana menghadapi siswa yang  kurang menyukai sistem pembelajaran pada abad ke 21 dan lebih menyukai sistem pembelajaran cara lama karna pemikirin anak tersebut yang tidak kreatif dan kritis serta tidak suka mencari materi secara mandiri  ?
3.   Bagaimana menghadapi siswa yang tidak memiliki sikap bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah dalam pembelajaran misalkan tidak ikut bekerjasama dalam kelompok ?

7 komentar:

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum wr wb
Saya menanggapi pertanyaan no3. Menurut saya cara menghadapi siswa yang kurang bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah dalam pembelajarannya yaitu membimbing siswa tersebut secara bertahap, memberikan motivasi kepada siswa tersebut agar ikut berpatisipasi dalam kerja kelompok, menciptakan suasana belajar yang nyaman dan seorang guru juga dapat memberikan peringatan dan ganjaran kepada siswa tersebut..
Terima kasih

hendrirudyawan18 mengatakan...

Menanggapi pertanyaan pertama, disini peran semua elemen pemerintahan harus bekerja sama..baik di sekolah maupun dinas terkait, artinya pengadaan sarana prasarana yang harus dilakuakan supaya menunjang pembelajaran,. Pemerataan IT dan sarana memang harus slalu di perhatikan

Putri Pancar Kasih mengatakan...

Assalamualaikum..
saya akan mencoba menjawab pertanyaan nmor 2, menurut saya dengan cara pembelajaran itu menarik, salah satu contohnya, tdk harus kita belajar dalam kelas, sekali2 kita bwak anak2 kita kunjungan edukasi yg berhubungan dengan pembelajaran yg akan di bahas, dengan seperti itu akan mengubah pola pikir anak, bkn itu saja anak juga sering di ajak untuk berpikir dengan cara metode memecahkan masalah, itu trus mnerus di terapkan, sehingga siswa tersebut terbiasa dengan pembelajaran di abad 21. terima kasih

Anonim mengatakan...

Menyikapin pertanyaan ke tiga.? Melakukan pendekatan terhadap siswa,Pencarian data tentang masalah yaitu dengan berkomukasi dengan orang tua siswa dan wali kelas,Melakukan konsultasi secara pribadi. Dengan di adakan nya upaya seperti itu diharapkan bisa mengurangi masalah-masalah yang ada pada siswa.

Wella lusia sari mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb
Saya mencoba menanggapi pertanyaan no 2..bagaimana kita menyingkapi siswa yang kurang menyukai sistem pembelajaran pada abad ke 21 dan lebih menyukai sistem pembelajaran cara lama karna pemikirin anak tersebut yang tidak kreatif dan kritis serta tidak suka mencari materi secara mandiri ?
Disini lah tantangan bagi pendidik bagaimana seorang pendidik itu bisa mengarah kan siswa nya bagaimana pembelajaran si abad 21 ini. Kalau menurut saya siswa itu akan lebih suka pembelajaran d abad 21 ini karena di sini yang berperan adalah teknologi canggih, siswa dengan begitu mudah mendapatkan bahan pembelajaran tanpa harus susah mencari dan membeli buku. Dan siswa skill nya pun lebih terarah.
Terima kasih

Unknown mengatakan...

menurut pendapat saya untuk pertanyaan no 3 siswa tersebut harus dibimbing oleh guru yang mengajar, pada pembelajaran sains abad 21 pembelajaran memang berpusat kepada siswa tetapi guru juga harus dapat mengarahkan siswa tersebut dengan pendekatan-pendekatan tertentu, salah satu nya menanyakan langsung kepada siawa tersebut apa yang menjadi kendala nya dalam menyelesaikan tugas tersebut sehingga kita bisa memberikan tindakan yang tepat dari permasalahan yang dialami siswa tersebut

Unknown mengatakan...

Pada saat siswa memikirkan pembelajaran lama lebih baik tentunya guru sebagai fasilitator memberikan informasi dan melalukan inovasi bertahap untuk pembelajaran sains, dan lakukan pendekatan tutor sebaya untuk meningkatkan Ketertarikan teknologi.

Salam
Agung Laksono

Posting Komentar