Efektivitas berasal
dari kata dasar efektif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:2 19) kata
efektif mempunyai arti efek, pengaruh, akibat, atau dapat membawa hasil.
Menurut Arikunto (2004: 51) efektivitas adalah taraf tercapainya suatu tujuan
yang telah ditentukan. Dapat disimpulkan bahwa suatu model pembelajaran bisa
dikatakan efektif ketika memenuhi kriteria, diantaranya mampu memberikan
pengaruh, perubahan atau dapat membawa hasil serta tercapainya suatu tujuan
tertentu.
Efektivitas model pembelajaran merupakan suatu ukuran
yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan dari suatu proses pembelajaran. Kriteria
efektivitas diantaranya yaitu: (a) ketuntasan belajar, pembelajaran dapat
dikatakan tuntas apabila 75% dari jumlah siswa telah memperoleh nilai ≥ 60
(KKM) dalam peningkatan hasil besar, (b) model pembelajaran dikatakan efektif
meningkatkan hasil belajar siswa apabila secara statistik hasil belajar siswa
menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pemahaman awal dengan pemahaman
setelah pembelajaran (gain signifikan). (c) model pembelajaran dikatakan
efektif jika dapat meningkatkan minat dan motivasi apabila setelah pembelajaran
siswa jadi lebih termotivasi untuk belajar lebih giat dalam memperoleh hasil
belajar yang lebih baik dan siswa belajar dengan menyenangkan.
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu
pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas
atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat
pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan
lainlain. Setiap model pembelajaran mengarahkan dalam mendesain pembelajaran
untuk membantu peserta didik sedemikian rupa untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
Model pembelajaran Quantum
Learning yaitu sebuah model pembelajaran yang terbukti mampu meningkatkan
motivasi belajar anak didik, meningkatkan prestasi, meningkatkan rasa percaya
diri, meningkatkan harga diri dan melanjutkan penggunaan keterampilan sehingga
dapat meningkatkan mutu pendidikan. Quantum berarti interaksi yang mengubah
energi menjadi cahaya, dengan demikian Quantum Learning adalah pengubahan
bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar.
Interaksi tersebut mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi
kesuksesan siswa. Melalui interaksi tersebut maka dapat mengubah kemampuan dan
bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan
orang lain.
Quantum Learning adalah salah satu model pembelajaran
yang menyenangkan atau membuat suasana belajar dalam keadaan gembira.
Kegembiraan yang dimaksud adalah bangkitnya minat, motivasi, adanya 3
keterlibatan penuh, serta terciptanya makna pemahaman (penguasaan terhadap
materi yang dipelajari) dan nilai yang membahagiakan pada diri subjek
pembelajar. Model pembelajaran Quantum Learning mengandung berbagai macam model
yang diolah menjadi satu yang semua saling bersinergi. Quantum Learning
mengubah bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan sekitar momen belajar. Interaksi
ini mencakup unsur-unsur belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa.
Quantum Learning adalah
seperangkat model dan falsafah belajar yang terbukti efektif untuk semua umur.
Quantum Learning berprinsip setiap orang sebenarnya memiliki potensi otak yang
sama, tinggal bagaimana cara mengolahnya. Quantum Learning adalah kiat,
petunjuk, strategi.
Manfaat Quantum Learning yaitu menumbuhkan
sikap positif, motivasi, ketrampilan belajar seumur hidup, kepercayaan diri,
dan sukses. Pembelajaran melalui konsep Quantum Learning dapat dilakukan dengan
cara:
1) Kekuatan AMBAK (Apa
Manfaatnya Bagi Ku)
AMBAK adalah motivasi
yang didapat dari pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat
suatu keputusan. Menciptakan minat adalah cara yang sangat baik untuk
memberikan motivasi diri demi tercapainya tujuan pembelajaran. Menemukan AMBAK
berarti menemukan minat terhadap apa yang sedang dipelajari dengan
menghubungkan dengan “dunia nyata”.
2) Penataan lingkungan
belajar
Proses pembelajaran
memerlukan lingkungan yang dapat menciptaan perasaan betah dalam belajarnya dan
mencegah kebosanan dalam diri siswa. Penataan lingkungan belajar dapat berupa
perabotan, pencahayaan, musik, poster, gambar, tanaman, kenyamanan, dan
penataan suasana hati.
3) Memupuk sikap juara
Memupuk sikap juara
sangat dibutuhkan karena berpikir seperti seorang juara dapat mewujudkan
seseorang menjadi juara. Guru perlu menanamkan sikap positif dan juga tidak
segan memberikan pujian pada siswa yang berhasil dalam pembelajarannya
4) Membebaskan gaya
belajarnya
Gaya belajar seseorang
adalah kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap dan kemudian mengatur serta
mengolah informasi. Gaya belajar dapat berupa visual, auditorial, ataupun
kinestetik.
5) Membiasakan
mencatat
Tujuan mencatat
adalah untuk membentu pikiran manusia untuk mengingat apa yang tersimpan dalam
memori otak. Mencatat dapat meningkatkan daya ingat
6) Membiasakan
membaca
Kegiatan membaca
sehari-hari biasanya terdiri dari pengamatan terhadap kata-kata yang dicetak
tebal, mencolok, atau menarik.
7) Jadikan anak
lebih kreatif
Kiat-kiat untuk
berpikir kreatif dapat berupa: mengingat kesuksesan dimasa lalu, yakin, tidak
takut gagal, ubah posisi sesering mungkin, menciptakan rasa senang, dll
8) Melatih
kekuatan memori anak
Untuk
meningkatkan kemampuan memori otak, ingatlah untuk mengingat, dan ingatlah
untuk memanfaatkan ketrampilan.
Kerangka
Rancangan Pembelajaran Quantum
Kerangka
rancangan pembelajaran Quantum dikenal dengan istilah TANDUR, yang di
dalamnya memiliki 6 tahap atau fase yaitu Tumbuhkan, Alami, Namai,
Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan.
·
Tumbuhkan
Tumbuhkan berarti menumbuhkan minat
belajar siswa.
·
Alami
Alami berarti guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk memperoleh pengalaman-pengalaman umum yang dapat dimengerti
oleh mereka.
·
Namai
Penamaan memuaskan otak untuk
memberikan identitas, mengurutkan, dan mengidentifikasikan.
·
Demonstrasikan
Guru memberi peluang untuk
menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan siswa ke dalam pembelajaran yang lain
dan kehidupan siswa.
·
Ulangi
Pengulangan memperkuat hubungan
syaraf dan menumbuhkan rasa “aku tahu bahwa aku tahu ini!”.
·
Rayakan
Rayakan berarti guru memberikan
pengakuan atas upaya yang telah dilakukan siswa dalam menampilkan penyelesaian,
partisipasi, pemerolehan keterampilan, dan ilmu pengetahuannya.
karakterisitik
dari pembelajaran kuantum (quantum learning)
1.
Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum
meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai.
2.
Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis, bukan positivistis-empiris,
“hewan-istis”, dan atau nativistis.
3.
Pembelajaran kuantum lebih bersifat konstruktivis(tis), bukan
positivistis-empiris, behavioristis, dan atau maturasionistis.
4.
Pembelajaran kuantum berupaya memadukan (mengintegrasikan), menyinergikan, dan
mengkolaborasikan faktor potensi diri manusia selaku pembelajar dengan lingkungan
(fisik dan mental) sebagai konteks pembelajaran.
5.
Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan
bermakna, bukan sekadar transaksi makna.
6.
Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan
taraf keberhasilan tinggi.
7.
Pembelajaran kuantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau
keadaan yang dibuat-buat.
8. Pembelajaran kuantum sangat menekankan
kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
9.
Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi
pembelajaran. Konteks pembelajaran meliputi suasana yang memberdayakan,
landasan yang kukuh, lingkungan yang menggairahkan atau mendukung, dan
rancangan belajar yang dinamis.
10.
Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan
akademis, keterampilan (dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material.
11.
Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting
proses pembelajaran.
12.
Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman
dan ketertiban.
13.
Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses
pembelajaran.
Tujuan dari
pembelajaran kuantum (quantum learning) adalah sebagai berikut :
·
Untuk
menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
·
Untuk
menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
·
Untuk
menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak.
·
Untuk
membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir.
·
Untuk
membantu mempercepat dalam pembelajaran
Lingkungan
belajar dalam pembelajaran kuantum terdiri dari lingkungan mikro dan lingkungan
makro. Lingkungan mikro adalah tempat siswa melakukan proses belajar, bekerja,
dan berkreasi. Lebih khusus lagi perhatian pada penataan meja, kursi, dan
belajar yang teratur. Lingkungan makro yaitu dunia luas, artinya siswa diminta
untuk menciptakan kondisi ruang belajar di masyarakat. Mereka diminta
berinteraksi sosial ke lingkungan masyarakat yang diminatinya, sehingga kelak
dapat berhubungan secara aktif dengan masyarakat.Lingkungan dalam konteks
panggung belajar. “Lingkungan yaitu cara guru dalam menata ruang kelas,
pencahayaan warna, pengaturan meja dan kursi, tanaman, musik, dan semua hal
yang mendukung proses belajar.
Jadi, dapat
dikatakan bahwa pembelajaran kuantum sangat memperhatikan pengkondisian suatu
kelas sebagai lingkungan belajar dari peserta didik mengingat model
pembelajaran kuantum merupakan adaptasi dari model pembelajaran yang diterapkan
di luar negeri.
Kelemahan Model pembelajaran Kuantum
(Quantum Learning)
·
Membutuhkan
pengalaman yang nyata
·
Waktu
yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar
·
Kesulitan
mengidentifikasi keterampilan siswa
Prinsip Model
Pembelajaran Kuantum (Quantum Learning)
·
Prinsip
utama pembelajaran kuantum berbunyi: Bawalah Dunia Mereka (Pembelajar) ke dalam
Dunia Kita (Pengajar), dan Antarkan Dunia Kita (Pengajar) ke dalam Dunia Mereka
(Pembelajar).
·
Dalam
pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa proses pembelajaran merupakan
permainan orchestra simfoni.
Prinsip-prinsip dasar ini ada lima macam
berikut ini :
ü Ketahuilah bahwa
segalanya berbicara. Dalam pembelajaran kuantum, segala sesuatu mulai
lingkungan pembelajaran sampai dengan bahasa tubuh pengajar, penataan ruang
sampai guru, mulai kertas yang dibagikan oleh pengajar sampai dengan rancangan
pembelajaran, semuanya mengirim pesan tentang pembelajaran.
ü Ketahuilah bahwa
segalanya bertujuan. Semua yang terjadi dalam proses pengubahan energy menjadi
cahaya mempunyai tujuan.
ü Sadarilah bahwa
pengalaman mendahului penamaan. Proses pembelajaran paling baik terjadi ketika
pembelajar telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh makna untuk apa
yang mereka pelajari.
ü Akuilah setiap
usaha yang dilakukan dalam pembelajaran. Pembelajaran atau belajar selalu
mengandung risiko besar.
ü Sadarilah bahwa
sesuatu yang layak dipelajari layak pula dirayakan Segala sesuatu dipelajari
sudah pasti layak pula dirayakan keberhasilannya.
7 (tujuh) kunci keunggulan yang diyakini dalam
pembelajaran kuantum yaitu sebagai berikut.
·
Teraplah
Hidup dalam Integritas
Dalam pembelajaran, bersikaplah apa
adanya, tulus, dan menyeluruh yang lahir ketika nilai-nilai dan perilaku kita
menyatu.
·
Akuilah
Kegagalan Dapat Membawa Kesuksesan
Dalam pembelajaran, kita harus mengerti
dan mengakui bahwa kesalahan atau kegagalan dapat memberikan informasi kepada
kita yang diperlukan untuk belajar lebih lanjut sehingga kita dapat berhasil.
·
Berbicaralah
dengan Niat Baik
Dalam pembelajan, perlu dikembangkan
keterampilan berbicara dalam arti positif dan bertanggung jawab atas komunikasi
yang jujur dan langsung.
·
Tegaskanlah
Komitmen
Dalam pembelajaran, baik pengajar maupun
pembelajar harus mengikuti visi-misi tanpa ragu-ragu, tetap pada rel yang telah
ditetapkan.
·
Jadilah
Pemilik
Dalam pembelajaran harus ada tanggung
jawab. Tanpa tanggung jawab tidak mungkin terjadi pembelajaran yang bermakna
dan bermutu.
·
Tetaplah
Lentur
Dalam pembelajaran, pertahanan kemampuan
untuk mengubah yang sedang dilakukan untuk memperoleh hasil yang diinginkan.
Pembelajar lebih-lebih , harus pandai-pandai membaca lingkungan dan suasana,
dan harus pandai-pandai mengubah lingkungan dan suasana bilamana diperlukan.
·
Pertahankanlah
Keseimbangan
Dalam pembelajaran, pertahanan jiwa,
tubuh, emosi, dan semangat dalam satu kesatuan dan kesejajaran agar proses dan
hasil pembelajaran efektif dan optimal.
Manfaat dari
pembelajaran kuantum (quantum learning)
·
Sikap
positif
·
Motivasi
·
Keterampilan
belajar seumur hidup
·
Kepercayaan
diri
·
Sukses
Berdasarkan salah satu
penelitian mengenai penerapan model pembelajaran Quantum Learning berpengaruh
terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas X semester 2 di MAN Wonokromo Pleret Bantul
Yogyakarta.
Dari ulasan diatas, terdapat 3 pertanyaan yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana pendapat anda mengenai 3 kelemahan dari model pembelajaran quantum diatas, bagaimana cara mengatasinya ?
2. Apa maksud dari prinsip utama pembelajaran quantum yang berbunyi " Bawalah Dunia Mereka (Pembelajar) ke dalam Dunia
Kita (Pengajar), dan Antarkan Dunia Kita (Pengajar) ke dalam Dunia Mereka
(Pembelajar) ? Apakah prinsip tersebut dapat diterapkan pada pembelajaran K-13 saat ini ?
3. Apakah model pembelajaran quantum ini dapat diterapkan disemua mata pelajaran ?
