Wavy Tail

Kamis, 01 Maret 2018

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM DALAM PEMBELAJARAN SAINS

           Efektivitas berasal dari kata dasar efektif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:2 19) kata efektif mempunyai arti efek, pengaruh, akibat, atau dapat membawa hasil. Menurut Arikunto (2004: 51) efektivitas adalah taraf tercapainya suatu tujuan yang telah ditentukan. Dapat disimpulkan bahwa suatu model pembelajaran bisa dikatakan efektif ketika memenuhi kriteria, diantaranya mampu memberikan pengaruh, perubahan atau dapat membawa hasil serta tercapainya suatu tujuan tertentu.
          Efektivitas model pembelajaran merupakan suatu ukuran yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan dari suatu proses pembelajaran. Kriteria efektivitas diantaranya yaitu: (a) ketuntasan belajar, pembelajaran dapat dikatakan tuntas apabila 75% dari jumlah siswa telah memperoleh nilai ≥ 60 (KKM) dalam peningkatan hasil besar, (b) model pembelajaran dikatakan efektif meningkatkan hasil belajar siswa apabila secara statistik hasil belajar siswa menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pemahaman awal dengan pemahaman setelah pembelajaran (gain signifikan). (c) model pembelajaran dikatakan efektif jika dapat meningkatkan minat dan motivasi apabila setelah pembelajaran siswa jadi lebih termotivasi untuk belajar lebih giat dalam memperoleh hasil belajar yang lebih baik dan siswa belajar dengan menyenangkan.
         Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lainlain. Setiap model pembelajaran mengarahkan dalam mendesain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
         Model pembelajaran Quantum Learning yaitu sebuah model pembelajaran yang terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar anak didik, meningkatkan prestasi, meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan harga diri dan melanjutkan penggunaan keterampilan sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. Quantum berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya, dengan demikian Quantum Learning adalah pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar. Interaksi tersebut mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Melalui interaksi tersebut maka dapat mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain.
            Quantum Learning adalah salah satu model pembelajaran yang menyenangkan atau membuat suasana belajar dalam keadaan gembira. Kegembiraan yang dimaksud adalah bangkitnya minat, motivasi, adanya 3 keterlibatan penuh, serta terciptanya makna pemahaman (penguasaan terhadap materi yang dipelajari) dan nilai yang membahagiakan pada diri subjek pembelajar. Model pembelajaran Quantum Learning mengandung berbagai macam model yang diolah menjadi satu yang semua saling bersinergi. Quantum Learning mengubah bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan sekitar momen belajar. Interaksi ini mencakup unsur-unsur belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa.
Quantum Learning adalah seperangkat model dan falsafah belajar yang terbukti efektif untuk semua umur. Quantum Learning berprinsip setiap orang sebenarnya memiliki potensi otak yang sama, tinggal bagaimana cara mengolahnya. Quantum Learning adalah kiat, petunjuk, strategi.
 Manfaat Quantum Learning yaitu menumbuhkan sikap positif, motivasi, ketrampilan belajar seumur hidup, kepercayaan diri, dan sukses. Pembelajaran melalui konsep Quantum Learning dapat dilakukan dengan cara:
1) Kekuatan AMBAK (Apa Manfaatnya Bagi Ku)
AMBAK adalah motivasi yang didapat dari pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat suatu keputusan. Menciptakan minat adalah cara yang sangat baik untuk memberikan motivasi diri demi tercapainya tujuan pembelajaran. Menemukan AMBAK berarti menemukan minat terhadap apa yang sedang dipelajari dengan menghubungkan dengan “dunia nyata”.
2) Penataan lingkungan belajar
Proses pembelajaran memerlukan lingkungan yang dapat menciptaan perasaan betah dalam belajarnya dan mencegah kebosanan dalam diri siswa. Penataan lingkungan belajar dapat berupa perabotan, pencahayaan, musik, poster, gambar, tanaman, kenyamanan, dan penataan suasana hati.
3) Memupuk sikap juara
Memupuk sikap juara sangat dibutuhkan karena berpikir seperti seorang juara dapat mewujudkan seseorang menjadi juara. Guru perlu menanamkan sikap positif dan juga tidak segan memberikan pujian pada siswa yang berhasil dalam pembelajarannya
4) Membebaskan gaya belajarnya
Gaya belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi. Gaya belajar dapat berupa visual, auditorial, ataupun kinestetik.
5) Membiasakan mencatat

Tujuan mencatat adalah untuk membentu pikiran manusia untuk mengingat apa yang tersimpan dalam memori otak. Mencatat dapat meningkatkan daya ingat

6) Membiasakan membaca

Kegiatan membaca sehari-hari biasanya terdiri dari pengamatan terhadap kata-kata yang dicetak tebal, mencolok, atau menarik.

7) Jadikan anak lebih kreatif

Kiat-kiat untuk berpikir kreatif dapat berupa: mengingat kesuksesan dimasa lalu, yakin, tidak takut gagal, ubah posisi sesering mungkin, menciptakan rasa senang, dll

8) Melatih kekuatan memori anak

Untuk meningkatkan kemampuan memori otak, ingatlah untuk mengingat, dan ingatlah untuk memanfaatkan ketrampilan.



Kerangka Rancangan Pembelajaran Quantum

Kerangka rancangan pembelajaran Quantum dikenal dengan istilah TANDUR, yang di dalamnya memiliki 6 tahap atau fase yaitu Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan.
·         Tumbuhkan
Tumbuhkan berarti menumbuhkan minat belajar siswa.
·         Alami
            Alami berarti guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman-pengalaman umum yang dapat dimengerti oleh mereka.
·         Namai
            Penamaan memuaskan otak untuk memberikan identitas, mengurutkan, dan mengidentifikasikan.
·         Demonstrasikan
            Guru memberi peluang untuk menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan siswa ke dalam pembelajaran yang lain dan kehidupan siswa.
·         Ulangi
            Pengulangan memperkuat hubungan syaraf dan menumbuhkan rasa “aku tahu bahwa aku tahu ini!”.
·         Rayakan
            Rayakan berarti guru memberikan pengakuan atas upaya yang telah dilakukan siswa dalam menampilkan penyelesaian, partisipasi, pemerolehan keterampilan, dan ilmu pengetahuannya.

karakterisitik dari pembelajaran kuantum (quantum learning)

1. Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai.
2. Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis, bukan positivistis-empiris, “hewan-istis”, dan atau nativistis.
3. Pembelajaran kuantum lebih bersifat konstruktivis(tis), bukan positivistis-empiris, behavioristis, dan atau maturasionistis.
4. Pembelajaran kuantum berupaya memadukan (mengintegrasikan), menyinergikan, dan mengkolaborasikan faktor potensi diri manusia selaku pembelajar dengan lingkungan (fisik dan mental) sebagai konteks pembelajaran.
5. Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekadar transaksi makna.
6. Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
7. Pembelajaran kuantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses  pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat.
8.  Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
9. Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran. Konteks pembelajaran meliputi suasana yang memberdayakan, landasan yang kukuh, lingkungan yang menggairahkan atau mendukung, dan rancangan belajar yang dinamis.
10. Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material.
11. Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
12. Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
13. Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.

  
Tujuan dari pembelajaran kuantum (quantum learning) adalah sebagai berikut :

·         Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
·         Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
·         Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak.
·         Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir.
·         Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran

Lingkungan belajar dalam pembelajaran kuantum terdiri dari lingkungan mikro dan lingkungan makro. Lingkungan mikro adalah tempat siswa melakukan proses belajar, bekerja, dan berkreasi. Lebih khusus lagi perhatian pada penataan meja, kursi, dan belajar yang teratur. Lingkungan makro yaitu dunia luas, artinya siswa diminta untuk menciptakan kondisi ruang belajar di masyarakat. Mereka diminta berinteraksi sosial ke lingkungan masyarakat yang diminatinya, sehingga kelak dapat berhubungan secara aktif dengan masyarakat.Lingkungan dalam konteks panggung belajar. “Lingkungan yaitu cara guru dalam menata ruang kelas, pencahayaan warna, pengaturan meja dan kursi, tanaman, musik, dan semua hal yang mendukung proses belajar.

Jadi, dapat dikatakan bahwa pembelajaran kuantum sangat memperhatikan pengkondisian suatu kelas sebagai lingkungan belajar dari peserta didik mengingat model pembelajaran kuantum merupakan adaptasi dari model pembelajaran yang diterapkan di luar negeri.
  
 Kelemahan Model pembelajaran Kuantum (Quantum Learning)
·         Membutuhkan pengalaman yang nyata
·         Waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar
·         Kesulitan mengidentifikasi keterampilan siswa

Prinsip Model Pembelajaran Kuantum (Quantum Learning)

·         Prinsip utama pembelajaran kuantum berbunyi: Bawalah Dunia Mereka (Pembelajar) ke dalam Dunia Kita (Pengajar), dan Antarkan Dunia Kita (Pengajar) ke dalam Dunia Mereka (Pembelajar).
·         Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa proses pembelajaran merupakan permainan orchestra simfoni.
              
                Prinsip-prinsip dasar ini ada lima macam berikut ini :

ü  Ketahuilah bahwa segalanya berbicara. Dalam pembelajaran kuantum, segala sesuatu mulai lingkungan pembelajaran sampai dengan bahasa tubuh pengajar, penataan ruang sampai guru, mulai kertas yang dibagikan oleh pengajar sampai dengan rancangan pembelajaran, semuanya mengirim pesan tentang pembelajaran.

ü  Ketahuilah bahwa segalanya bertujuan. Semua yang terjadi dalam proses pengubahan energy menjadi cahaya mempunyai tujuan.

ü  Sadarilah bahwa pengalaman mendahului penamaan. Proses pembelajaran paling baik terjadi ketika pembelajar telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh makna untuk apa yang mereka pelajari.

ü  Akuilah setiap usaha yang dilakukan dalam pembelajaran. Pembelajaran atau belajar selalu mengandung risiko besar.

ü  Sadarilah bahwa sesuatu yang layak dipelajari layak pula dirayakan Segala sesuatu dipelajari sudah pasti layak pula dirayakan keberhasilannya.

   
7 (tujuh)  kunci keunggulan yang diyakini dalam pembelajaran kuantum yaitu sebagai berikut.

·         Teraplah Hidup dalam Integritas

Dalam pembelajaran, bersikaplah apa adanya, tulus, dan menyeluruh yang lahir ketika nilai-nilai dan perilaku kita menyatu.

·         Akuilah Kegagalan Dapat Membawa Kesuksesan

Dalam pembelajaran, kita harus mengerti dan mengakui bahwa kesalahan atau kegagalan dapat memberikan informasi kepada kita yang diperlukan untuk belajar lebih lanjut sehingga kita dapat berhasil.

·         Berbicaralah dengan Niat Baik

Dalam pembelajan, perlu dikembangkan keterampilan berbicara dalam arti positif dan bertanggung jawab atas komunikasi yang jujur dan langsung.

·         Tegaskanlah Komitmen

Dalam pembelajaran, baik pengajar maupun pembelajar harus mengikuti visi-misi tanpa ragu-ragu, tetap pada rel yang telah ditetapkan.
·         Jadilah Pemilik

Dalam pembelajaran harus ada tanggung jawab. Tanpa tanggung jawab tidak mungkin terjadi pembelajaran yang bermakna dan bermutu.

·         Tetaplah Lentur

Dalam pembelajaran, pertahanan kemampuan untuk mengubah yang sedang dilakukan untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Pembelajar lebih-lebih , harus pandai-pandai membaca lingkungan dan suasana, dan harus pandai-pandai mengubah lingkungan dan suasana bilamana diperlukan.

·         Pertahankanlah Keseimbangan

Dalam pembelajaran, pertahanan jiwa, tubuh, emosi, dan semangat dalam satu kesatuan dan kesejajaran agar proses dan hasil pembelajaran efektif dan optimal.

Manfaat dari pembelajaran kuantum (quantum learning)
·         Sikap positif
·         Motivasi
·         Keterampilan belajar seumur hidup
·         Kepercayaan diri
·         Sukses

Berdasarkan salah satu penelitian mengenai penerapan model pembelajaran Quantum Learning berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas X semester 2 di MAN Wonokromo Pleret Bantul Yogyakarta.

Dari ulasan diatas, terdapat 3 pertanyaan yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana pendapat anda mengenai 3 kelemahan dari model pembelajaran quantum diatas, bagaimana cara mengatasinya ?
2. Apa maksud dari prinsip utama pembelajaran quantum yang berbunyi " Bawalah Dunia Mereka (Pembelajar) ke dalam Dunia Kita (Pengajar), dan Antarkan Dunia Kita (Pengajar) ke dalam Dunia Mereka (Pembelajar) ? Apakah prinsip tersebut dapat diterapkan pada pembelajaran K-13 saat ini ?
3. Apakah model pembelajaran quantum ini dapat diterapkan disemua mata pelajaran ?